Kajian Spesial Bulan Mei 2009 di Semarang
13 Mei 2009 at 7:09 PM | In sekedar info | Leave a Comment
Ju Alpukat
3 April 2009 at 8:44 PM | In wakakakak.. | Leave a CommentSaya termasuk orang yang sensitif dengan makanan atau minuman yang dingin (es dan semacamnya). Saya jarang sekali mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin, kecuali terpaksa dan itupun sudah siap dengan segala resikonya, yap… flu minimal tiga hari setelahnya,he….
Ada hal menarik setiap kali saya makan atau minum di warung atau apalah sejenisnya, yaitu ketika harus memesan jus alpukat (minuman kesukaan saya) maka saya bilang ke penjualnya minta “ju alpukat” karena kalo saya bilang “jus alpukat” berarti harus pake “s” (kan saya alergi sama yang namanya es,he…..). pasti penjualnya bingung pas pertama kali bertemu saya,he….. lalu apa jadinya kalo pas saya kepengen es campur ya?!
Jangan biarkan ia terputus
31 Maret 2009 at 5:49 PM | In ceritane serius!! | 3 CommentsPernahkah bermain layang-layang? Atau barang kali masih suka bermain layang-layang hingga kini? Atau… what ever lah, yang penting tau kan yang namanya layang-layang? Sebuah permainan tradisional—meskipun kerap dilombakan di ajang internasional—yang dimainkan dengan bantuan tenaga angin dan dikontrol menggunakan seutas tali. Lalu apa yang menarik dari sebuah layang-layang tersebut? Ternyata, sedikit banyak fenomena layang-layang itu terjadi pada diri kita. Bagaimana mungkin? Ya hidup kita ini layaknya layang-layang yang terbang pada ketinggian tertentu di udara, demikian pula dengan hidup kita yang berjalan di alam semesta yang begitu luasnya, sedangkan tali nya adalah penghubung antara layang-layang dengan pemiliknya yaitu Alloh SWT Sang Pemilik nyawa kita. Jangan sampai kita terputus dari mengingatNya karena itu berarti petaka bagi diri kita.
Layang-layang yang terputus tidak tentu arah terbangnya serta tidak ada kepastian tentang kapan dan dimana dia akan mendarat. Bisa jadi dia mendarat di atas atap rumah, di tepi sungai atau bahkan mendarat di kubangan air atau empang sekalipun. Manusia jika lalai dari mengingat Alloh, tidak menyebut namaNya manakala mengawali setiap kegiatan dab pekerjaannya maka tak ubahnya ia bagaikan layang-layang yang terputus. Terputuslah rahmat Alloh darinya, kehidupan nya akan senantiasa susah karena tidak ada kepastian dan resah menanti keputusan. Bisa jadi ia bergelimang harta di dunia namun tidak ada secuil kebahagiaan pun ia rasakan. Sungguh sempit rasanya dunia ini.
Berbeda halnya dengan orang yang setiap saat selalu mengingat Alloh kapanpun dan dimanapun ia berada, ia laksana layang-layang yang masih terkontrol dengan baik oleh sang pemilik. Ia selalu diarahkan untuk terbang dengan baik, manakala ada angin kencang menerpa maka sang pemilik akan menurunkannya secara perlahan untuk kemudian lebih ditinggikan lagi setelah angin tersebut berlalu. Seorang hamba yang mengingat Alloh disaat lapang dan disaat sempitnya akan senantiasa mendapat hidayah dari Alloh SWT, hidupnya tentram meski harta yang dimilikinya tak seberapa. Ia akan selalu mendapatkan perlindungan dari Sang Maha Pelindung, setiap amal perbuatannya akan dicatat sebagai ibadah di sisi Alloh SWT karena senantiasa diawali dengan menyebut namaNya,bismillah, setiap kesusahan yang dialaminya selalu dihadapi dengan sabar dan tawakkal yang akan mengantarnya menuju keridhoan Alloh SWT,sebaik-baik ridho, sehingga ia akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Alloh SWT sebagai seorang hamba terpilih.
Seperti apakah kondisi kita saat ini? Mari kita renungkan sejenak, jika saat ini kita berada pada posisi sebagaimana layang-layang yang hampir putus maka segeralah pererat tali kita dengan Sang Pemilik. Manakala tali kita masih terjalin baik dengan Sang Pemilik maka jagalah, jagalah tali itu jangan sampai ia terputus hingga masanya ia akan diturunkan dan disimpan oleh Sang Pemilik.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.